Jumat, 14 Agustus 2026

Kenali Perbedaan Gejala Dbd Dan Tipes Pada Anak Saat Demam Tinggi

Kenali Perbedaan Gejala Dbd Dan Tipes Pada Anak Saat Demam Tinggi

BLOG.LABIO.MY.ID - Demam tinggi pada anak seringkali membuat orang tua cemas. Terlebih jika demam tersebut disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.

Dua penyakit yang sering dikhawatirkan orang tua saat anak demam adalah Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tipes atau Demam Tifoid. Meskipun keduanya sama-sama menyebabkan demam, terdapat perbedaan mendasar pada gejala, penyebab, hingga penanganannya.

Mengenali perbedaan ini sangat krusial untuk memberikan penanganan yang tepat dan cepat, serta mencegah komplikasi yang lebih serius.

Perbedaan Mendasar Gejala DBD dan Tipes pada Anak

Membedakan gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tipes pada anak memang terkadang membingungkan, terutama pada fase awal penyakit. Namun, ada beberapa ciri khas yang bisa menjadi pembeda utama.

Pahami baik-baik agar Anda tidak salah mendiagnosis dan segera membawa si kecil ke fasilitas kesehatan terdekat.

1. Pola Demam yang Berbeda

Salah satu perbedaan paling mencolok antara DBD dan Tipes terletak pada pola demamnya. Pada DBD, demam cenderung muncul mendadak dan berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari.

Demam ini seringkali mencapai suhu 39-40 derajat Celsius, dan kadang disebut sebagai 'demam pelana kuda' karena bisa turun sebentar lalu naik lagi.

Sementara itu, anak yang menderita Tipes biasanya mengalami demam yang meningkat secara bertahap. Demamnya mungkin tidak terlalu tinggi di awal, namun akan terus naik setiap harinya.

Pola demam pada Tipes seringkali digambarkan sebagai 'demam bertangga', di mana suhu tubuh terus naik selama beberapa hari dan bisa berlangsung hingga 10-14 hari jika tidak diobati.

2. Gejala Penyerta Lainnya yang Khas

Selain demam, ada gejala penyerta lain yang bisa membantu membedakan kedua penyakit ini. Pada kasus DBD, anak seringkali menunjukkan gejala seperti nyeri otot dan sendi yang hebat, sakit kepala yang parah (terutama di belakang mata), mual, muntah, dan ruam kulit yang muncul pada hari ketiga atau keempat demam.

Beberapa anak juga bisa mengalami mimisan atau gusi berdarah pada kasus yang lebih berat.

Berbeda dengan DBD, Tipes lebih sering disertai dengan gangguan pencernaan. Anak yang menderita Tipes biasanya mengalami nyeri perut bagian tengah, kehilangan nafsu makan yang drastis, konstipasi (sembelit) pada beberapa kasus, atau diare dengan tinja berwarna kehijauan seperti bubur kacang hijau.

Baca Juga
Blog Post

Lidah anak yang terkena Tipes juga seringkali tampak keputihan di bagian tengahnya, dengan tepi kemerahan.

3. Penyebab dan Cara Penularan yang Berbeda

Penyebab utama Demam Berdarah Dengue adalah infeksi virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini biasanya aktif menggigit pada pagi dan sore hari.

Tipes, di sisi lain, disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella Typhi. Bakteri ini umumnya masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Cara penularannya pun berbeda. DBD menular melalui vektor (nyamuk), sedangkan Tipes dapat menular langsung dari orang ke orang melalui praktik kebersihan yang buruk, seperti tidak mencuci tangan setelah dari toilet atau sebelum makan.

Penyebaran bakteri ini seringkali terjadi di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik.

Pentingnya Diagnosis Tepat dan Penanganan Dini

Memahami perbedaan gejala DBD dan Tipes pada anak adalah langkah awal yang sangat penting. Namun, diagnosis pasti hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis profesional melalui pemeriksaan fisik dan tes laboratorium.

Jangan pernah ragu untuk segera membawa anak Anda ke dokter atau rumah sakit jika anak mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, terutama jika disertai gejala-gejala yang telah disebutkan di atas.

Penanganan dini sangat krusial untuk kedua penyakit ini. DBD memerlukan pemantauan ketat terhadap tanda-tanda perdarahan dan dehidrasi.

Sementara itu, Tipes memerlukan pengobatan antibiotik yang tepat sesuai dengan resep dokter untuk memberantas bakteri penyebabnya. Pengobatan mandiri tanpa anjuran dokter bisa berakibat fatal dan meningkatkan risiko komplikasi.

FAQ (Tanya Jawab)

1. Apakah ruam pada DBD dan Tipes berbeda?

Ya, ruam pada DBD biasanya muncul sebagai bintik-bintik merah kecil atau bercak yang bisa menyebar ke seluruh tubuh, seringkali muncul pada hari ketiga atau keempat demam. Ruam pada Tipes lebih jarang terjadi dan jika muncul, biasanya bersifat lebih samar.

2. Kapan sebaiknya saya membawa anak ke dokter jika demam?

Segera bawa anak ke dokter jika demam tinggi (di atas 38.5 derajat Celsius) tidak turun setelah 2 hari, atau jika demam disertai gejala lain seperti nyeri hebat, lesu luar biasa, dehidrasi, ruam, atau gangguan pencernaan.

3. Bolehkah memberikan obat penurun demam jika anak diduga DBD atau Tipes?

Pada kasus DBD, hindari pemberian obat yang mengandung aspirin atau ibuprofen karena dapat meningkatkan risiko perdarahan. Parasetamol umumnya aman, namun selalu konsultasikan dengan dokter mengenai dosis dan jenis obat yang tepat untuk anak Anda.